Burung Cendrawasih

Indonesia memang kaya akan macam macam hal. Budaya, alam, flora, dan fauna yang ada di nusantara dapat dikatakan tidak ada tandingannya. Berbicara tentang dunia hewan, salah satu fauna Indonesia yang membuat dunia juga berdecak kagum adalah burung cendrawasih.

Pasti kita sudah mengenal tentang burung ini sejak zaman sekolah dasar. Biasanya sih, kita mengetahui tentang burung ini hanya sebatas tentang bulunya yang cantik berwarna-warni serta daerah habitatnya yang ada di Indonesia bagian timur.

Padahal, selain itu masih banyak hal lain tentang burung satu ini yang sangat menarik. Penasaran apa saja?

Kalau iya kamu baca sampai habis ya artikel berikut ini. Semua tentang burung cendrawasih mulai dari deskripsi, habitat, karakteristik, ciri-ciri, apa saja jenisnya serta keunikannya yang akan dibahas lengkap untuk memuaskan rasa penasaran kamu.

Mengenal Burung cendrawasih

Bahasa latin dari burung ini adalah Paradisaea apoda. Jangankan melihat secara langsung, jika memandangnya hanya dari lukisan ataupun gambar wallpaper di google, pasti setiap orang akan terkesiap karena keindahan bulunya begitu cantik.

Kabarnya, burung ini mulai terkenal di belahan dunia lain seperti Barat karena pernah masuk dalam program televisi tahun 1996 yang dibawakan oleh salah seorang pecinta alam David Attenborough.

Dalam acara tersebut aktivitas burung cantik ini terekam dengan baik sehingga menjadikannya populer. Perilaku kawin serta cara makan yang unik juga menjadi pesona tersendiri dari burung yang satu ini.

Namun di balik kepopulerannya burung ini pun terancam punah karena perdagangan illegal yang terjadi. Banyak orang tidak bertanggung jawab yang ingin menikmati kecantikan burung ini hanya sebagai koleksi semata meski harga yang harus dibayar tidaklah sedikit.

Belum lagi penebangan liar sehingga mengganggu habitat burung tersebut. Itulah sebabnya di Indonesia burung ini dilindungi Undang-undang No 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 sebagai salah satu cara melestarikan untuk menjaga populasinya.

Habitat Burung cendrawasih

Burung ini tinggal di hutan-hutan lebat yang ada di dataran rendah. Kamu bisa menjumpai mereka di Australia Timur, Papua Nugini, dan di Pulau-pulau Selat Torres.

Di Indonesia sendiri, burung ini menjadi hewan khas dari provinsi Papua. Wajar sih, karena wilayah ini dikatakan memiliki spesies burung cendrawasih yang paling banyak. Bayangkan saja, dari 30 spesies burung cendrawasih 28 di antaranya ada di Provinsi Papua.

Hanya saja meski kamu ke Papua kamu tidak akan bisa menjumpai burung ini dengan mudah. Apalagi habitatnya di hutan dan pemerintah telah menjadikan satwa ini sebagai fauna yang harus dilindungi.

Untuk melihat burung ini kamu harus pergi ke tempat tertentu di Papua yang memang dibuka untuk umum. Beberapa tempat itu adalah di Mamberamo Foja, Wamena, dan Merauke.

Karakteristik Burung cendrawasih

Sebelum kamu pergi untuk melihat burung ini di habitat aslinya, coba kenali bersama yuk karakteristik dari burung cendrawasih. Semakin mengenal karakternya kamu pasti akan semakin jatuh cinta dengan burung yang satu ini.

  1. Tinggal di alam bebas

Kecil kemungkinan kamu bisa menjumpai burung ini secara bebas selain di alam liar. Kalau kamu mengetahui ada orang yang memelihara cendrawasih sebagai binatang peliharaan maka besar kemungkinan burung tersebut didapatkan secara illegal.

Meski berukuran besar tetapi burung ini memakan makanan yang umumnya dikonsumsi burung-burung lain seperti biji ataupun buah. Mereka juga dapat mengonsumsi serangga untuk mengisi perutnya.

 

  1. Jenis Kelamin

Sama seperti hewan lainnya, burung ini juga terdiri dari jantan dan betina. Hanya saja memang agak sedikit sulit untuk membedakan jenis kelaminnya jika mereka masih berusia muda karena bentuknya yang mirip.

Nanti, ketika mereka sudah cukup dewasa maka jenis kelaminnya akan semakin terlihat berbeda. Cendrawasih jantan lebih cepat dewasa dibandingkan dengan yang burung betina.

Jika pada usia 2 tahun burung jantan sudah siap untuk kawin maka burung betina baru masuk fase siap kawin setelah masuk usia 4 sampai 6 tahun.

  1. Cara berkembangbiak

Karena masih masuk dalam jenis burung tentu saja cendrawasih berkembangbiak dengan cara bertelur. Tetapi memang jumlah telur yang dihasilkan pada setiap perkawinan tidaklah banyak.

Umumnya burung betina akan menghasilkan 1 hingga 2 telur saja. Setelah kawin, burung betinalah yang bertanggungjawab terhadap telur tersebut. Hingga telur tersebut menetas, dibutuhkan waktu sekitar 18 hingga 20 hari.

Sedikitnya telur yang dihasilkan dan ditambah dengan banyaknya yang mengeksploitasi burung ini untuk dijual secara illegal memang membuat cendrawasih semakin terancam punah jika tidak dijaga.

  1. Ukuran dan berat yang bervariasi

Setiap jenis dari burung cendrawasih tidak hanya memiliki warna yang berbeda tetapi juga ukuran yang beragam. Ada yang kecil hanya sepanjang 15 cm tetapi ada juga yang panjangnya lebih dari 1 m.

Karena panjangnya yang beragam, beratnya pun juga mengikuti. Cendrawasih yang berukuran kecil biasanya beratnya hanya sekitar 50 gr sementara untuk yang besar bisa mencapai 430 gr.

Ciri-Ciri Burung cendrawasih

Nah mungkin kamu juga penasaran kan bagaimana sih sebenarnya ciri-ciri dari burung cendrawasih ini? Kalau iya, di bawah ini ada loh penjelasan tentang ciri-ciri burung tersebut. Yuk kita simak bersama.

  1. Warna Bulu yang Indah

Pasti semua orang sepakat kalau warna bulu yang menawan adalah hal yang pertama kali langsung terlintas di pikiran jika ditanya ciri dari burung cendrawasih. Memang sih, karena hal inilah yang menjadi daya tarik utama burung tersebut.

Warna yang ada di burung ini tidak semuanya warna-warna terang yang cerah seperti kuning, merah, ataupun hijau. Ada juga warna-warna gelap seperti hitam dan cokelat. Kesemua warna tersebut justru semakin membuat burung ini terlihat indah jika dipandang mata.

  1. Panjang bulu yang berbeda-beda

Ada perbedaan panjang bulu yang dimiliki oleh burung cendrawasih jantan dan betina. Ukuran bulu jantan lebih panjang dibandingkan dengan yang dimiliki oleh cendrawasih betina. Kurang lebih burung ini membutuhkan waktu 7 tahun hingga bulunya tumbuh sempurna.

Selain itu, jika diperhatikan maka kamu akan melihat bahwa bagian ekor dari burung ini tipis dan berbentuk melengkung. Ukuran lengkungan tersebut bisa mencapai 30 cm.

  1. Suara yang dikeluarkan

Burung ini juga memiliki kicauan yang merdu saat didengar meski bukan termasuk golongan burung kicau. Beberapa di antaranya memiliki kicauan yang unik dan ada juga yang berkicau dengan merdu.

Cendrawasih juga biasanya akan mengeluarkan suara saat terbang. Biasanya, suara tersebut berupa lengkingan khas cendrawasih.

Jenis Burung cendrawasih

Setidaknya ada sekitar 30 spesies burung cendrawasih yang ada di dunia. Semuanya memiliki keunikan tersendiri seperti perpaduan warna yang berbeda satu sama lain ataupun habitat yang berbeda-beda.

Meski spesies dari cendrawasih sangat banyak, kita coba bahas saja yuk beberapa jenis jenis burung tersebut berikut ini.

  1. Cendrawasih Kuning-Besar

Kalau melihat burung ini kamu jangan kaget ya. Sesuai dengan namanya, burung ini sangat besar mencapai panjang 43 cm. Tentu berbeda dengan burung gereja yang dengan mudah ditemui sehari-hari karena ukurannya yang kecil.

Burung dengan nama latin Paradisaea apoda ini memiliki tubuh yang berwarna coklat marun. Di atasnya terdapat mahkota dengan warna kuning. Kecantikannya ditambah dengan warna hijau zamrud serta dada yang berwarna cokelat kehitaman.

Cendrawasih jenis ini bisa ditemui di bebukitan Papua sebelah barat daya ataupun di Pulau Aru.

  1. Cendrawasih Botak

Memiliki nama latin Cicinnurus respublica, burung cendrawasih ini termasuk jenis cendrawasih yang sudah hampir punah sehingga harus dilestarikan. Ukuran dari burung ini tidak sebesar Cendrawasih Kuning-Besar, kira-kira hanya mencapai 21 cm.

Bulu-bulunya begitu cantik beraneka warna. Di bagian bawah, terdapat dua bulu ekor berwarna ungu yang melingkar di kakinya yang berwarna biru, Selain itu, tubuhnya juga memiliki perpaduan antara warna merah dan hitam, kontras dengan warna kuning di tengkuknya.

Selain memanjakan mata, burung yang satu ini ternyata memiliki kicauan yang merdu didengar. Kalau kamu penasaran dengan cendrawasih botak, kamu bisa pergi ke Pulau Waigeo dan Batanta di Raja Ampat Papua Barat.

Jika kesana, pasti akan menjadi sebuah pengalaman tidak terlupakan karena bisa menikmati kecantikan cendrawasih di alam yang sangat memesona.

  1. Cendrawasih Merah

Masih di Pulau Waigeo dan Batanta di Raja Ampat, burung cendrawasih jenis ini juga hidup di daerah tersebut sehingga bisa kamu temui di sana. Burung ini bahkan merupakan simbol khasdi desa Sawinggrai Distri Meos Mansar.

Nama latin burung ini adalah Paradisaea rubra dan kamu bisa mengenalinya dengan melihat bulu yang seperti pita berwarna hitam di bagian ekornya. Kombinasi warna yang ada di burung ini adalah hijau zamrud, kuning, dan merah sebagai warna dominan yang ada di tubuhnya.

 

  1. Cendrawasih Mati Kawat

Dalam Bahasa latin, burung cendrawasih ini dikenal dengan nama Seleucidis melanoleucus. Ukurannya cukup besar dengan panjang mencapai 33 cm. warna-warna yang ada di tubuhnya yaitu kombinasi dari hitam dan kuning.

Menariknya, di bagian perut yang berwarna kuning terdapat kawat hitam sejumlah 12 buah. Hewan yang berasal dari Papua ini memakan berbagai macam serangga dan buah-buahan untuk bertahan hidup.

  1. Cendrawasih Panji

Cendrawasih yang memiliki nama latin Pteridophora alberti ini tinggal di hutan yang ada di sekitar pegunungan tinggi dan hutan lumut. Panjang dari burung ini bisa mencapai 22 cm, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan cendrawasih botak.

Warna-warnanya juga cantik dengan kombinasi warna hitam, kuning, dan abu-abu kecoklatan. Di kepala cendrawasih panji, ada bulu sebanyak dua helai berwarna biru langit dengan panjang hingga 40 cm.

Selain memiliki warna-warna yang cantik di tubuhnya, burung jantan dari jenis ini juga bisa berkicau dengan merdu.

  1. Cendrawasih Raja

Cicinnurus regius adalah nama latin dari cendrawasih ini. Ukuran dari cendrawasih jenis ini tergolong kecil hanya sepanjang 16 cm. Burung ini hidup di daerah Papua serta pulau-pulau di sekitarnya.

Burung ini memiliki berbagai warna di tubuhnya mulai dari merah tua terang, putih, biru terang, dan hijau. Warna yang beragam dan cantik tersebutlah yang membuat burung ini diberi nama living gem dalam Bahasa Inggris.

Keunikan Burung cendrawasih

  1. Birds of Paradise

Jika kamu pernah mendengar istilah birds of paradise atau burung dari surga kamu tidak perlu bingung karena ini merujuk kepada burung cendrawasih. Alasan julukan ini karena memang bulunya yang begitu cantik dan tidak ada duanya.

Nama tersebut diberikan oleh orang Eropa. Sebab dulu burung ini sempat diperjualbelikan sebagai hiasan. Bahkan masyarakat Eropa dahulu kala percaya bahwa burung ini memang berasal dari surga.

  1. Tarian burung jantan yang memikat

Warna-warna yang cantik yang ada di burung cendrawasih sebenarnya ada di burung jantan bukan di burung betina. Manfaat dari bulu tersebut adalah sebagai pemikat saat burung jantan hendak kawin.

Jadi, dengan warna indah tersebut burung jantan akan memikat burung betina. Awalnya burung jantan akan berkicau di atas pohon untuk menarik perhatian.

Setelah itu agar burung betina semakin terpikat, burung jantan akan turun ke bawah dan menari sehingga keindahan bulunya terlihat dengan sempurna. Setelah burung betina terpikat maka proses perkawinan pun akan terjadi.

  1. Betina yang mandiri

Tahukah kamu bahwa setelah perkawinan terjadi maka burung cendrawasih jantan akan pergi untuk kawin dengan betina lain? Oleh sebab itu itu, maka setelah proses perkawinan burubg betinalah yang akan bertanggung jawab sendiri saat bertelur hingga telur tersebut menetas.

Burung betina juga membuat sarang sendiri tanpa bantuan dari burung jantan. Sarang tersebut biasanya diletakkan di atas pohon yang tinggi bahkan bisa mencapai 11 m dari atas tanah, bentuk sarangnya seperti mangkok yang dijalin rapi dari jalinan batang tumbuhan.

  1. Pendengaran dan penciuman yang tajam

Nah, seperti yang tadi telah disampaikan kamu bisa banget melihat burung ini di beberapa tempat yang memang dibuka. Tetapi kamu harus ingat bahwa burung cendrawasih memiliki daya cium maupun pendengaran yang kuat.

Oleh sebab itu, pengunjung yang datang ke sana disarankan tidak memakai parfum atau bahkan mandi. Saat melihatnya pun usahakan agar setenang mungkin dan tidak mengeluarkan suara yang berisik.

Akan lebih baik lagi jika kamu menggunakan pakaian berwarna gelap dan melihatnya dari balik pohon agar burung ini tidak terganggu.

  1. Bulu sebagai pakaian adat

Selain sebagai simbol, masyarakat Papua juga menggunakan bulu dari burung ini sebagai hiasan di baju adat mereka. Mungkin kamu bertanya-tanya apakah praktik ini legak karena tahu bahwa burung ini dilindungi oleh pemerintah.

Tapi tenang saja, untuk beberapa penggunaan oleh masyarakat lokal, pemerintah memang telah mengizinkan hal tersebut. Apalagi masyarakat Papua juga menggunakannya dengan bijak sehingga tidak akan mengancam kelestarian dari fauna yang satu ini.

Menarik sekali ya mengetahui tentang burung yang satu ini. Sebagai generasi penerus bangsa hal-hal seperti ini juga wajib kita ketahui Jangan sampai ketika kita bertemu dengan orang luar negeri, mereka malah lebih tahu dan kenal tentang burung ini.

Selain itu, dengan memahami fauna burung cendrawasih ini, semoga kita semakin peduli dengan alam dan turut menjaganya agar tidak punah. Karena kekayaan yang ada di bumi nusantara ini jika bukan kita yang jaga maka siapa lagi?

Leave a Comment