Burung Derkuku: Jenis, Suara, Ciri, Makanan dan Perawatannya

Burung Derkuku – Sejak dulu hingga saat ini, burung derkuku banyak di pelihara oleh masyarakat Indonesia sebagai hewan peliharaan untuk hiasan rumah atau untuk kebutuhan hiburan semata.

Bicara tentang burung derkuku banyak hal yang perlu di ketahui dan mungkin sebagian pembaca belum mnegetahuinya.

Pada kesempatan kali ini, Kicaumania.net akan membagikan informasi seputar burung derkuku, mulai dari jenis, suara makanan, perawatan, Ciri-ciri dan beragam hal lainnya yang sebentar lagi kamu ketahui penjelasannya di bawah ini.

Mitos Burung Derkuku

Salah satu hal yang menjadi alasan sebagin orang untuk memelihara burung derkuku di rumahnya adalah karena mitos itu sendiri, dimana jika seseorang memelihara burung ini akan mendatangkan keberlimpahan rejeni bagi seseorang yang memeliharanya dan juga sering di gunakan untuk mendeteksi adanya gangguan hal gaib, menolak santet, tolak bala dan lain sebagainya.

Ya, mitos tersebut memang menjadi hal yang terjadi di beberapa Masyarakat Indonesia, dan ada juga yang memelihara burung ini sebagai burung hias, hiburan dan bahkan untuk kebutuhan lomba.

Baca Juga : Racikan Jamu untuk Derkuku Agar Rajin Manggung

Jenis Burung Derkuku

Burung derkuku memiliki beberapa jenis yang terkenal di Indonesia dan dari setiap jenis derkuku itu sendiri memiliki nama atau istilah lainnya, seperti perkutut, burung dara dan burung merpati.

  1. Streptopelia ( Burung Tekukur/Putar )

Untuk jenis Streptopelia burung derkuku ini, memiliki nama sebutan seperti burung tekukur.

Namun, dari jenis Streptopelia itu sendiri memiliki 2 jenis lainnya seperti Streptopelia Chinensis ( Tekukur ) dan Streptopelia Bitorguata ( Burung Puter ).

Jika burung perkutut atau burung puter ini yang anda maksud ketika menyebutkan burung derkuku ini, maka jenis derkuku ini adalah jenis Streptopelia .

  1. Geopelia ( Perkutut )

Sama seperti dengan jenis derkuku pada penjelasan diatas, burung derkuku jenis Geopelia ini memiliki nama sebutan di Indonesia adalah burung Perkutut.

Akan tetapi, untuk jenis Geopelia memiliki 3 jenis lain yang di bedakan berdasarkan asal-usulnya, seperti :

  • Geopelia Striata : Perkutut jawa dengan habitatnya di jawa
  • Geopelia Humeralis : memiliki habitat dan asal-usulnya di Australia
  • Geopelia cuneata : Asal-usulnya dari Australia Utara dan Barat
  1. Macropygia Unchall ( Derkuku Hutan )

Untuk jenis derkuku yang satu ini Macropygia Unchall, sering di sebut oleh masyarakat Indonesia sebagai burung uncal loreng, derkuku hutan.

Persebaran derkuku Macropygia Unchall ini cukup luas yang biasa ditemukan di Kamboja, Thailand, Vietnam, Malaysia dan Myanmar.

Sedangkan untuk di Indonesia sendiri, Macropygia Unchall ini biasa di temukan di jawa, Kalimantan, dan daerah sekitar bali.

  1. Columba Domestica ( Merpati )

Sudah tidak asing lagi dengan burung merpati bagi masyarakat Indonesia, ya merpati ini merupakan jenis derkuku dengan nama Columba Domestica.

Columba Domestica itu sendiri merupakan jenis derkuku yang memiliki 2 jenis, seperti Columba Livia dan Columba Domestica.

Sedangkan untuk jenis burung derkuku atau biasa di sebut burung merpati yang di pelihara oleh manyarakat Indonesia merupakan jenis Columba Domestica, dan untuk jenis Columba Livia biasa hidup di hutan dan jarang sekali ada yang memeliharanya.

  1. Caloenas Micobarica ( Burung Dara )

Caloenas Micobarica jenis burung derkuku yang bisa orang Indonesia sebut dengan burung dara.

Persebaran jenis burung dara ini sangat luas di seluruh dunia, dan burung ini memiliki symbol tersendiri dari beragam Negara sebagai lambang cinta dan kesetiaan.

Makanan Burung Derkuku

Makanan yang bisa di berikan pada burung derkuku ini cukup mudah ditemukan di Indonesia, bisa memberikan pakan alami, pakan racikan dan pakan buatan seperti.

Dan alangkah baiknya, pakan yang diberikan bervariatif agar burung mendapatkan banyak gizi yang cukup.

Untuk pakan yang bisa di berikan untuk burung derkuku, seperti :

  • Voer
  • Beras merah
  • Kacang tanah yang di sangria dan di tumbuk halus
  • Kacang hijau
  • Jagung pecah
  • Gabah
  • Dan BIji-bijian lainnya

Perbedaan Burung Derkuku Jantan dan Betina

Dalam hal keperluan seseorang untuk memelihara burung derkuku tentunya berbeda-beda, ada untuk keperluan beternak atau kebutuhan karena suara anggungan yang indahnya.

Untuk kamu yang tertarik karena suara anggungan perkutut, maka sebaiknya pilih jantan, meskipun betina derkuku memiliki suara anggungan , namun derkuku jantan memiliki suara anggungan yang lebih merdu, rajin bunyi dan lebih keras volume suaranya.

Lihat Juga : Download Suara Burung Derkuku

Ada beberapa cara untuk mengetahui ciri-ciri derkuku jantan dan betina, mulai dari mendengar suara nggungan, melihat perilaku, warna bulu dan pstur tubuhnya.

  1. Ukuran dan Fostur Tubuh

Secara keseluruhan ukuran tubuh jantan dan betina berbeda, dimana ukuran tubuh jantan lebih besar dari betina entar itu yang masih anakan dan juga yang sudah dewasa.

Akan lebih terasa lagi ketika di pegang, dimana tubuh jantan akan terasa padat dan berisi.

Selain itu, bulu tubuh betina lebih banyak elain ukuran tubuhnya yang kecil, sehingga sangat terasa ringan ketika di pengang.

  1. Bulu Sayap

Warna bulu sayap jantan lebih cerah, namun bulunya lebih sedikit, berbeda halny dengan betina bulu sayapnya lebat.

  1. Bentuk Kepala

Bentuk kepala jantan derkuku terlihat berbeda, dimana bentuknya mononjol dan besar, dan untuk kepala betina derkuku bentuknya bulat yang kecil.

Jika di perhatikan lagi pada bagian dahinya, warna bulu jantan lebih cerah dari betina.

  1. Mata

Bentuk mata jantan terlihat melotot dan besar, sedangkan betina tatapan matanya sayup dan bentuknya kecil.

  1. Leher

Perbedaan lebih terlihat pada bagian leher jantan dan betina, dimana warna leher jantan lebih cerah serta memiliki bintik yang lebih banyak dan kontras.

Sedangkan untuk betina, warna lehernya kusam dan bentuknya kecil serta bintik-bintik pada lehernya sedikit.

  1. Suara

Suara anggungan jantan lebih nyaring dan besar, terutama ketika sedang birahi, derkuku jantan akan mengeluarkan suara membekur sambil mengangguk-angukan kepalanya.

  1. Tulang Supit

Tulang supit atau tulang pubis jantan keras dan sempit, sedangakan untuk tulang supit derkuku betina lebih lebar dan lembek.

  1. Kolaka/Anus

Pada kloaka atau anus jantan menonjol dan untuk anus/kloaka betina lebar dan datar.

Lihat Juga : Perawatan Puter Pelung Agar Rajin Manggung

Cara Merawat Burung Derkuku

Sebenarnya untuk merawat burung derkuku ini tergolong mudah, tinggal memberikan makanan yang seimbang dan perawatan sederhana juga bisa membuat burung derkuku menjadi rajin bunyi, seperti mulai penjinakan, mengatur makanan, memandikan, memandikan dan memberishkan sangkarnya dengan rutin.

  1. Menjinakan

Agar derkuku rajin manggung, burung harus sudah jinak, dan jika belum jinak tentunya harus di jinakan terelbih dahulu dengan rajin memandikan setiap hari.

Agar lebih cepat jinak, maka bisa dengan cara memegangnya ketika di pegang.

  1. Pakan

Pakan yang diberikan secara lengkap akan memenuhi kebutuhan gizi burung, sehingga akan membuat kesehatan burung terjaga dan membuatnya menjadi rajin bunyi.

Anda bisa membeli pakan yang sudah mix atau bisa memberikan pakan tertentu saja seperti pakan-pakan yang telah di sebutkan di atas.

  1. Penempatan dan Kebersihan Sangkar

Tempatkan burung derkuku di tempat yang nyaman dan tenang, karena jika derkuku yang tidak nyaman dan tenang, maka burung akan merasa terganggu dan malas untuk bunyi.

Hindari penyimpanan burung derkuku di dekat dengan hewan predator seperti kucing, anjing, tikus dan lainnnya.

Dan pastikan sangkar burung selalu dalam keadaan bersih, karena jika sangkarnya kotor akan menggangu kesehatan burung dan burung menjadi malas bunyi.

Demikianlah informasi seputar burung derkuku, mulai dari mengenal makanan, suara, ciri-ciri jantan dan betina, perawatan dan lain sebagainya yang telah kami sampaikan di atas.

Tinggalkan komentar