Cara Mengatasi Burung Tledekan Gunung Macet Bunyi

Cara Mengatasi Burung Tledekan Gunung Macet Bunyi – Tledekan gunung disukai karena suara kicauannya yang bervariasi. Pada saat ini, burung tledekan gunung kerap dipelihara untuk kelangenan saja, padahal beberapa waktu lalu sempat populer sebagai burung lomba yang sering naik gantangan.

Sifat dan karakter tledekan gunung yang teritorial mengharuskan pemiliknya untuk melakukan perawatan yang rutin dan teratur. Salah penanganan sedikit saja, berujung pada burung yang stres dan macet bunyi. Kalau sudah demikian, maka perawatan yang tepat harus diberikan untuk memulihkan kondisinya.

Perawatan burung teritorial semacam tledekan gunung tentu harus dilakukan dengan sangat teratur dan penuh perhatian. Seperti murai batu atau kacer, burung ini akan rentan stres jika kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi dalam perawatan hariannya.

Saat burung tledekan gunung mengalami stres maka kondisinya akan terus menurun. Tidak hanya penampilannya saja yang terganggu, tapi burung juga akan cenderung jarang berkicau alias macet bunyi. Kalau sudah demikian, maka perawatan yang tepat harus dilakukan untuk segera memulihkan kondisinya.

Berikut beberapa cara mengatasi burung tledekan gunung yang macet bunyi:

  • Setiap pagi burung diembunkan dengan lebih rutin. Pengembunan pada burung tledekan gunung bisa dilakukan sejak 30 menit sebelum matahari terbit, dan posisikan sangkar agar langsung terkena sinar matahari pagi yang baru terbit. Saat pengembunan itulah, burung diberikan pakan berupa kroto segar dan bersih sebanyak 1 sendok teh, dan ulat hongkong 1 ekor.
  • Pindahkan burung ke tempat yang sepi untuk membantu pemulihannya. Jauhkan burung dari keberadaan burung peliharaan lain yang sudah gacor dan bersuara kencang seperti murai batu, poksay, wambi, atau bahkan ciblek dan tledekan lainnya.
  • Sesekali sangkar digantungkan di tempat yang teduh dengan suara gemericik air, misalnya di pinggiran sungai. Alternatifnya bisa menggantungkan sangkarnya di dekat akuarium atau bahkan kamar mandi agar proses pemulihan bisa berlangsung lebih cepat.
  • Berikan pakan serangga dalam jumlah yang tepat. Pemberian jangkrik atau ulat hongkong dengan jumlah takaran yang disesuaikan kebutuhan dapat membantu mempercepat proses bunyi pada burung yang macet bunyi. Lakukan pengamatan saat mengatur settingan pakannya tersebut.
  • Kroto diberikan rutin setiap hari, khususnya setelah burung dimandikan karena dapat membantu menjadikan burung selalu aktif dan terpancing untuk kembali bersuara.
  • Penjemuran dilakukan cukup 1 jam saja, setelah itu kembali burung disimpan di tempat teduh dan tenang.
  • Berikan voer yang memiliki kandungan nutrisi lengkap. Anda bisa menggunakan voer kemasan yang sudah terjamin kualitas dan kandungannya. Salah satu voer kemasan yang bisa diberikan adalah Voer Kristal Ciblek yang sudah banyak digunakan kicaumania di berbagai daerah.
  • Voer kristal ciblek dioleh dengan aneka bahan yang bermanfaat sehingga sangat baik jika dikonsumsi burung peliharaan, terutama yang macet bunyi agar kembali aktif berkicau. Voer ini juga memiliki kandungan zat anti stres yang dibutuhkan untuk proses pemulihan.
  • Tambahkan vitamin Sup Plus Bird karena dapat membantu menjaga kondisi burung tledakan sekaligus meningkatkan stamina dan mentalnya. Vitamin ini juga dapat mencegah dan mengatasi burung yang stres, sehingga akan terpancing untuk rajin bunyi.
  • Untuk sore harinya, berikan jangkrik sebanak 1 ekor dan ulat hongkong putih sebanyak 3 ekor, setelah itu burung dikerodong lalu dimasukkan ke dalam rumah untuk beristirahat.

Dengan melakukan pola rawatan di atas secara teratur, dapat membantu mempercepat proses pemulihan sehingga burung tledekan gunung akan kembali rajin berkicau dengan suaranya yang lebih bervariasi.

Semoga bermanfaat

Baca Artikel Lainnya di Duniakicau.net dari Google News

Leave a Comment