Kenari Sakit Pernafasan? Ini Cara Mengatasinya

Gangguan pernafasan adalah masalah paling umum yang menimpa burung kenari. Penyebabnya beragam mulai dari polusi udara, penyakit hingga infeksi tungau. Kenari yang alami sakit pernafasan tentu tidak akan bisa berkicau dengan baik, sehingga pengobatan dan perawatan yang tepat harus segera diterapkan. Untuk mengatasinya, simak beberapa tipsnya berikut ini.

Kenari yang memiliki masalah dengan organ pernafasannya tidak akan bisa tampil dengan maksimal. Selain suara yang dihasilkan jadi serak dan kurang enak didengar, kondisi yang demikian sangat rentan sebabkan burung macet bunyi.

Ada beberapa faktor penyebab kenari memiliki masalah pada pernafasannya, beberapa hal yang paling umum adalah:

  • Burung yang selalu terpapar polusi udara seperti asap bakaran sampah, asap kenalpot kendaraan, asap rokok, asap masakan, serta akibat debu dan kotoran yang terbang tertiup angin.
  • Kondisi sangkar dan perlengkapannya yang selalu kotor dan jarang dibersihkan, sehingga bisa menjadi sarang berbagai parasit dan tungau yang bisa mengganggu pernafasannya.
  • Burung yang sakit karena terinfeksi tungau kantung udara (air sac mites) atau terinfeksi bakteri berbahaya misalnya e-coli, dsb.
  • Kenari mengalami sakit radang saluran pernafasan akibat psitacossis atau bronchitis infeksiosa.
  • Akibat perubahan cuaca atau cuaca yang tidak bersahabat.
  • Burung selalu disimpan di tempat yang terlalu lembab.

Kenari yang mengalami gangguan pernafasan tersebut tentu harus segera diberikan penanganan yang tepat. Jika kondisi ini diabaikan, maka bisa sangat mengganggu penampilan dan kesehatannya. Dalam beberapa kasus, kenari akan mengalami macet bunyi yang sangat sulit dipulihkan.

Berikut beberapa cara mengatasi gangguan pernafasan pada kenari:

  1. Memisahkan kenari yang sakit dari keberadaan burung peliharaan lain ke tempat yang lebih tenang untuk mempercepat pemulihan kondisinya.
  2. Mengatur ulang pemberian pakan, terutama yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dengan dilengkapi buah dan sayuran yang lebih bervariasi.
  3. Mengurangi pemberian telur rebus atau telur rebus hanya diberikan setiap tiga hari sekali.
  4. Selama terapi, burung tidak dimandikan dahulu, sedangkan untuk pernjemuran cukup dilakukan sesuai kebutuhannya saja.
  5. Mengerodong sangkarnya pada sore dan malam hari.
  6. Jika gangguan pernafasan diakibatkan oleh infeksi bakteri atau tungau, maka perlu diberikan penanganan dengan obat-obatan yang tepat.
  7. Untuk mendukung pemulihannya, burung kenari harus mendapatkan asupan suplemen tambahan yang memiliki kandungan vitamin dan mineral yang lengkap.

Semoga bermanfaat

Baca Artikel Lainnya di Duniakicau.net dari Google News

Leave a Comment