Cara Ternak Burung Murai Batu Agar Cepat Bertelur dan Merawat Anakannya

Burung murai batu memiliki banyak peminat dari kalangan para pecinta burung kicauan Indonesia, terlebih lagi harga murai batu tergolong stabil,dimana harganya tidak mengalami penurunan yang drastis, seperti burung lovebird yang harganya anjlok sewaktu-waktu. Selain itu harga dari burung murai batu cukup mahal, meksipun burung tersebut masih anakan, bakalan dan belum memiliki kemampuan berkicau yang baik seperti murai dewasa.

Murai batu dewasa yang memiliki kemampuan berkicau yang baik, tentunya membutuhkan perawatan yang tepat, agar kemampuan dan kualitas kicauannya menjadi lebih mahal, dengan harga yang mahal dan stabil, tentunya banyak para pecinta burung murai batu semakin semangat untuk memeliharanya dan mengembangbiakan sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Dalam beternak murai batu memang tidak semudah yang dikira, Karen murai batu memiliki karakteristik yang unik, dan setiap burung memiliki karakter yang berbeda-beda, maka dari itu bagi anda yang belum mengetahui cara ternak murai batu yang benar, maka ketahui terlebih dahulu tentang caranya yang tepat, terutama dalam proses penjodohan murai batu, karena proses penjodohan murai batu sangatlah menegangkan, karena jika gagal dalam menjodohkannya, maka bisa kedua calon pasangan lovebird menjadi beterngkar dan bisa saling membunuh.

Baca Dulu : Cara Menjodohkan Murai Batu

Cara Ternak Murai Batu

  1. Persiapan Indukan

Agar mudah dalam menjodohkan murai batu, maka sebaiknya umur dari kedua murai batu tersebut sudah cukup dewasa, agar ketika kedua burung di jodohkan, sama-sama ingin mengawini dan di kawini.

Umur yang cukup untuk murai batu betina sekitar minimal 7 bulan, maksimal 5 tahun dan untuk pejantan yang sudah siap kawin, minimal berkisar 1, 5 tahun dan maksimal 5 tahun keatas.

Selain factor umur, factor kondisi fisik juga perlu di pertimbangkan ketika ingin meneternakannya, seperti kondisi dalam keadaan sehat , tidak memiliki cacat dan memiliki birahi yang cukup ( tidak kekurangan birahi dan kelebihan birahi ).

Selain itu, pilihlah jenis murai batu sesuai dengan minat anda, seperti memiliki indukan jenis fighter, panjang ekor , Fostur  tubuh dan lain sebagainya, tergantung minat anda.

Bagi yang belum mengetahui cara mengetahui kelamin jantan dan betina burung murai batu, bisa membacanya di HALAMAN INI .

  1. Kandang ternak Murai batu

Sebisa mungkin, ketika beternak burung murai batu, maka di usahakan lokasi kandangnya dalam keadaan yang tenang dan tidak berisik agar proses penjodohan, kawin hingga burung merawat anakannya tidak terganggu dan memiliki kontrsuksi kandang yang kuat, dan juga memiliki dasar lantai dari pasir untuk mengatur tingkat keasaman lantai kandang dan menghindari berbagai penyakit dan kuman bersarang di sana.

Selain itu, lokasi kandang memiliki sirkulasi udara yang bagus dengan pencahayaan matahari ( paling tidak, setengah kandang murai batu terkena matahari secara langsung ), dan juga di desain untuk mempermudah dalam pengelolaan, terutama kebersihan demi kenyamnan burung murai batu yang sedang di ternak tersebut.

Dan pastikan jauhkan kndang ternak murai batu dari hewan predator yang akan mengganggu kenyamanan burung, seperti ulat, tikus, kucing,semut, anjing dan hewan lainnya.

  • Peralatan pendukung

Selain kandang yang di buat sedemikian rupa seperti terlihat di alam liar , bagi burung murai yang sedang di ternakan, maka siapkan peralatan pendukung untuk melengkapi suasana burung menjadi nyaman, seperti  :

  • mempersiapkan tempat pakan
  • Tempat minum
  • Tenggeran
  • Tempat bersarang atau Glodok
  • ( kalau bisa simpan tempat bersarang 2 buah, agar burung murai batu bisa memilih, sarang mana yang nyaman menurutnya )
  • Bahan untuk membangun sarang, seperti daun cemara
  1. Pakan Murai Batu Untuk Beternak

Pakan yang berkualitas dengan Gizi yang cukup untuk burung murai batu yang sedang di ternakan, memberikan factor yang baik untuk kualitas reproduksi burung itu sendiri, kualitas sperma jantan dan kualitas telur burung itu sendiri.

Berikan pakan seperti biasa di berikan, seperti menyediakan pakan utama berupa Voer, dan berikan juga pakan kroto, jangkrik, ulat kandang dan makanan Ekstrafoofing lainnya yang memiliki kandungan protein yang tinggi.

Jika memungkinankan, berikan asupan tambahan dari suplemen untuk mencukupi kebutuhan Gizi burung yang bisa di beli di kios burung khusus untuk breeding.

  1. Perawatan Anakan Murai Batu Setelah Menetes

Setelah telur di erami oleh betina dan telurnya sudah menetas, maka hal yang harus dilakukan adalah dengan merawat anakannya yang sudah menetas tersebut tidak mudah mati dan bisa tumbuh hingga dewasa.

Merawat anakan murai batu yang masih kecil setelah menetas, memang cukup rentan, terlebih lagi bagi seorang pemula yang belum berpengalaman.

Biarkan indukannya merawat anakan yang baru menetas tersebut di asuh dan meloloh anakannya untuk memberikan makanan.

Pisahkan anakan murai batu ketika anakannya tersebut sudah berumur 5 sampai 8 hari, dan pindahkan di kandang pembesaran, dan pastikan suhu dari kandang anakan tersebut memiliki suhu  yang stabil dengan kehangatan sekitar 32 derajat celcius.

Untuk pakan yang bisa diberikan kepada anakan murai batu, maka gunakan makanan khusus untuk piyik murai batu yang bisa di beli di kios atau toko online dan berikan juga asupan Mineral dan Multivitamin dari suplemen, untuk menjaga kesehatan tubuhnya menjadi selalu segar bugar.

Untuk meloloh anakan murai batu, cukup dilakukan setiap 2 jam sekali, namun ketika burung sudah bisa naik ke tangkringan, maka porsinya di kurangi setiap 3 jam sekali.Setelah murai batu sudah mencapai 18 hari, porsi makanan yang di berikan di kurangi dan selanjutnya kenalkan dengan memberikan pakan kroto untuk melatih burung makan sendiri hingga burung bisa mandi sendiri.

Leave a Comment