fbpx

7 Ciri-ciri Murai Batu yang Siap di Lombakan

Suara kicauan yang merdu dan bervariasi serta memiliki bentuk tubuh yang indah menjadi burung murai batu banyak penggemar dari pecinta burung.

Untuk mendapatkan suara kicauan dan gaya berkicau yang indah membutuhkan perawatan yang tepat untuk di lakukan secara konsisten.

Murai batu memiliki karakter yang fighter, dimana gaya ngotot  ketika bertarung dengan murai batu lain dan suara bervariasi, lantang dan keras menjadi suara hal yang di tunggu-tunggu oleh pemiliknya.

Baca Juga : Cara Mengatasi Murai Batu Kurang Ngotot saat Lomba

Namun, terkadang ketika merawat murai batu, burung hanya gacor ketika di rumah saja, namun ketika di lombakan burung menjadi banyak diam, tidak segacor dan tidak se-fighter ketika di rumah.

Ciri-ciri Murai Batu Siap Lomba

Agar murai batu bisa tampil gacor bukan hanya di rumah saja, alias bisa tampil dengan maksimal, seperti gaya bertarung, tampil ngotot dan tampil seperti layaknya burung fighter.

Lihat Juga : Perbedaan Murai Batu Lampung Super dan Semi

Sebelum membawa ke gantangan atau tempat lomba, burung butuh persiapan, seperti persiapan mental dan persiapan fisik.

Dan berikut adalah Ciri-ciri Murai Batu Siap Lomba :

  1. Kaki Medang

Ciri-ciri murai batu yang sudah siap dilombakan adalah burung yang sudah dewasa, karena murai batu yang sudah dewasa akan memiliki mental yang stabil dan karakter fighternya sudah kuat. Dan untuk melihat murai batu yang sudah dewasa/mapan bisa di lihat dari kakinya yang sudah medang.

Lihat Juga : Perawatan Murai Batu Trotolan agar Cepat Ganti Bulu Dewasa

  1. Sudah Gacor

Sarat kedua yang harus dimiliki untuk murai batu yang akan dilombakan adalah gacor, dimana burung sudah rajin berkicau dengan gaya kepala ke atas atau gaya ngeplay sebagai tanda waspada, selalu sensitif terhadap suara, seperti suara tepukan tangan, siulan dan terlihat energik.

Lihat Juga : Tips Agar Murai Batu Muda Lebih Fighter

  1. Ngotot ketika Bertarung

Tampil ngotot merupakan kondisi burung yang sangat baik. Ketika berkicau murai batu lebih dominan mengeluarkan suara ngeban ( suara mengulang-ngulang ), dengan volume suara yang keras dan ngotot, hingga terlihat pada bagian tubuh bergetar ketika sedang berkicau.

  1. Sensitif

Ketika mendengar suara yang terdengar mengusiknya, murai batu yang sudah bagus akan sensitif dan mengeluarkan suara keras dan jelas intonasinya, serta mengeluarkan suara isian.

Baca Juga : Cara Membuat Volume Suara Murai Batu Besar

  1. Tidak Takut Manusia

Murai batu yang sudah jinak dan terbiasa hidup di tempat ramai, maka murai batu akan tetap berkicau, namun bagi yang belum terbiasa ke arena lomba, meskipun di rumah rajin gacor tapi ketika di bawa ke gantangan banyak diam, artinya burung tersebut belum terbiasa di tempat ramai dan perlu di latih, dengan membawa jalan-jalan ke gantangan untuk membiasakan diri.

  1. Sering di Trek

Untuk melatih mental murai batu agar tidak demam panggung dan ketika saat lomba tidak diam saja, maka harus di trek bersama murai batu lainnya untuk mengasah mentalnya.

Lihat Juga : Suara Murai Batu Gacor 

Dengan rajin mengasah mentalnya, nantinya burung bisa di lihat perkembangan dan melihat kekurangan dan mencari cara untuk mengoptimalkan kemampuan berkicaunya.

  1. Bentuk Kotoran

Ketika sudah dalam kondisi puncak, bentuk kotorannya akan terlihat kering dan juga kecil-kecil.

Leave a Comment